Koranprabowo.id, Unik :
Di kapal laut, motor listrik (electromotor) dan dinamo listrik digunakan untuk berbagai keperluan, baik untuk sistem propulsi utama maupun sistem bantu (auxiliary systems) seperti pompa dan derek termasuk di kapal tangker.
Banyak fungsi dan ‘tanggung-jawab ke-2 alat ini dalam transportasi laut, sejak pendorong terowongan (tunnel thrusters) atau pendorong azimuth yang digunakan untuk kemampuan manuver kapal, terutama saat berlabuh atau menjaga posisi. Menggerakkan baling-baling, motor derek, pompa air laut, kipas angin dsb.

Walaupun sering dianggap sama, electromotor dan dinamo listrik memiliki perbedaan fungsi yang signifikan. Jika Anda membutuhkan penggerak mesin berbasis listrik, maka electromotor adalah pilihan yang tepat. Namun, jika tujuannya adalah menghasilkan listrik dari gerakan mekanik, maka dinamo listrik atau generator lebih sesuai.
Akibat lalai memaintenance ke-2 alat ini dapat menyebabkan bencana serius, terutama yang berkaitan dengan kebakaran, ledakan, dan hilangnya kemampuan navigasi/penggerak kapal. Banyak ceritera kelam menyertainya langsung atau tidak, kasus tenggelamnya kapal laut penumpang mewah bernama

Costa Concordia dimana tgl. 13 Januari 2012 tenggelam akibat menabrak karang (Scole Rocks) di perairan Itali yang salah satunya diakibatkan ‘korsleting baling-baling. Yang sama juga dengan kasus kapal Titanic tgl.14-15 April 1912 , menabrak karang dan tenggelam dengan korban lebih dari 2000 orang.
Bulan Juli 2024 lalu terjadi tabrakan 2 kapal tangker minyak besar di perairan Singapore, dengan muatan minyak mentah antara 100.000 – 300.000 ton bobot mati . Kalau pun tidak ada rilis resmi namun publik mengatakan salah satu penyebabnya selain navigasi yang error juga dugaan pendingin BBM tidak berfungsi. Dan banyak kasus lainnya yang diawali hal sepele terkait electromotor atau dinamo listrik sebuah transportasi laut. Semoga bermanfaat.
(Foto.ist)
