Koranprabowo.id, BelaNegara :
Sangat sedikit media yang mengupas tokoh nasional ini, namanya Mayor TNI Selamat Ginting kelahiran Kutabangun, Karo, Sumatera utara tgl. 22 April 1922 yang dikenal sebagai salah satu gerilyawan pejuang kemerdekaan Republik Indonesia. Semasa revolusi fisik, Selamat Ginting memimpin pasukan gerilya sektor III meliputi Kab. Langkat, Dairi, Karo, hingga Aceh Tenggara.
Nama Selamat Ginting dikenal karena reputasinya memimpin Napindo Halilintar, salah satu laskar terkuat di Sumatra Utara. Ketika Indonesia merdeka, Selamat Ginting menjadi ketua Barisan Pemuda Indonesia (BPI) Tanah Karo

Disaat kita sedang kesulitan senjata untuk menghadapi tentara Belanda. Ke mana saja senjata dicari. Di Sumatra Utara, senjata-senjata eks serdadu Jepang yang dibuang ke laut diburu oleh kelompok pejuang, baik laskar maupun tentara Republik. Mereka rela menyelam sampai dasar laut, kemudian merakit kembali senjata yang telah berkarat. Termasuk hal ini dilakukan oleh Selamat dan pasukannya bahkan hingga Singapur


Selamat Ginting dan Jamin Ginting Walaupun semarga mereka beda strategi perangnya.
Selain Belanda, kalau pun berteman, namun dia tidak akur dengan Timur Pane , yang populer dengan nama ‘Naga Bonar’. Timur Pane ini juga dikenal sebagai pencopet kalau pun herilyawan dan pejuang. Ia memimpin pasukan Napindo Naga Terbang selama Pertempuran Medan Area dan sempat diangkat sebagai Jenderal Mayor, meskipun gelar tersebut hanya sementara dan kemudian dicopot. Kisah hidupnya yang penuh liku-liku menginspirasi karakter Naga Bonar dalam film legendaris tahun 1987
Namun di tahun 1949, Timur Pane dan pasukannya dihancurkan oleh pasukan Sektor 3 Sub Teritorium 7 TNI dibawah komando Mayor Selamat Ginting ini sebagai balasan kepada Naga Bonar yang kerap melakukan pemerasan terhadap pengusaha karet, sawit, dan tuan tanah.

Sebelumnya sebagai teman, Selamat Ginting kerap menasehati agar tidak seperti itu termasuk oleh Komandan Sub Teritorium 7 TNI – Overste Alex Evert Kawilarang. Naga Bonar dan pasukannya yang kalah pun berlarian menyebar ke hutan hutan sekitar Karo, Langkat, Binjai, dan Dairi.
Selamat dan Alex paham jika Naga Bonar ini pun adalah pejuang tanpa pamrih sewaktu bertempur dengan pasukan Sekutu/Inggris pimpinan Brigadir Jenderal TD Kelly, tetapi sesudah itu kembali ke watak aslinya. Keras, susah diatur dan urakan. Namun cinta NKRI.
Selamat dan pasukannya dijuluki dengan ”pasukan halilintar” yang dikenal garang dalam setiap pertempuran melawan Belanda, tidak pernah kompromi dengan musuh karena Selamat memiliki prinsip daripada mundur, lebih baik maju mengejar musuh.

Selamat Ginting menikah pada tahun 1944 dengan Piah Malem Rondangena br. Karokaro Manik. Dari hasil perkawinan ini terlahir seorang anak bernama Riah Magdalena Ginting dan Tampak Kita Tuah Ginting.
Pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, Selamat Ginting menjabat sebagai bankir dan ketua umum PERBANAS (1963-1967). Wafat tgl. 22 April 1994 (umur 72), tepat pada HUT-nya yang ke = 72 tahun dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. Sayangnya hingga saat ini belum ada pengangkatannya sebagai ‘Pahlawan Nasional’
(Foto.ist)
