Koranprabowo.id, HotNews :
Lagu ini untuk menteri lingkungan hidup baru,
saudara Jumhur hidayat.
Hmm…hmmm…hmmmm
Yeaghh… yeaaghhh….yeaghh..
(Verse 1)
Di ujung rawa, kabut turun pelan
Air Sugihan menyimpan tangisan
Sejak sembilan belas delapan dua, cerita berulang
Tanah dijaga, tapi hidup terancam
Lagu ini ditulis dengan tangan gemetar
Harap diselipkan pada angin yang sabar
Namun diam, hanya sunyi yang menjawab
Seakan jerit tak pernah dianggap

tiga satu juli duapuluh dualima
setahun sudah surat kami tiada aksi
aseemmmm… aseeemmm …. aseemmm … !
aseeemmm …. aseemmmm … aseemmmm !

(Pre-Chorus)
Anak menangis, ibu memeluk luka
Ayah terdiam di kebun yang hampa
Jejak besar di tanah yang retak
Gajah datang, hidup pun sesak
Sejak sembilan belas delapan dua
Semua masa bodoh seolah tiada
(Chorus)
Lagu ini untuk menteri Jumhur hidayat.
H.mm…hmmm…hmmmm
Yeaghh… yeaaghhh….yeaghh..
Wahai menteri Jumhur,
dengarkah kini?, atau biarkan saja lagi !
Ini nyawa, ini derita nyata
atau kau akan sama saja
Hmmm.. hmmm…hmmm
Uyeee … uyee…uyee
(Verse 2)
Gubuk roboh, ladang tak lagi hijau
Panen gagal, harapan pun menjauh
Nama-nama hilang tanpa berita
Terkubur sunyi tanpa pembela
kami biasa berjuang
seharusnyakakian juga sama
(Bridge)
ini bukan tentang nyanyian
namun tentang keadilan
Oh sakitnya jadi transmigran
Oh sakitnya jadi transmigran
Warga terbuang seolah tiada
Hmmm…hmmm..hmm..
Uyee..uyee..uyee…

(Chorus – Reprise)
Wahai menteri Jumhur, datanglah kesini
Air Sugihan menanti
Buktikan saja kau pejuang
ada al quran diatas kepalamu
kau berjanji , kau berjanji
kemarin di istana negara
januari dua puluh dua enam ada
9 surat kami kirim ke negara lagi
juga ke menteri sebelumnya
Sama saja seolah tiada
(Outro)
Lagu ini jangan juga hilang
seperti surat kami lalu
Mari nyanyikan sama sama
Tanpa air mata
Hmmm..uyyeee… uyeee..
Hmmm..uyee…uyeee

Bukan gajah yang salah
Tapi kebijakan memperluas lahan
yang dipertanyakan
Gajah cari makan
kami korban
Dan kalian diam
Seolah kami tiada
Semoga menteri Jumhur tahu
Aparatnya seperti itu
Liat surat kami pak menteri !
Baca surat kami pak menteri !

Dari kami
Koranjokowi dot kom
Koranprabowo dot aidi
..
Pak menteri Jumhur,
Warga kecamatan air sugihan
Kabupaten ogan komering ilir..
adalah kita ..
Bukan siapa siapa..
mengapa takut pengusaha !
mengapa takut penguasa !
bukankah itu kerja aktifis ?
kursi itu ada karena pajak
hmmm..hmmm…hmmmm
uyeee… uyeee.. uyeee…
(Red-01/Foto.ist)

