Koranprabowo.id, HotNews :

“Jadi bagaimana yang terbaik bagi PBNU saat ini dan kedepan, kiai?”

“Kami tetap pada sikap agar segera dilakukan MLB, kemudian dikepengurusan baru nanti Nahdlatul Ulama (NU) sebagai Jam’iyah Diniyah Ijtima’iyah, organisasi sosial keagamaan memang harus diisi oleh orang yang mempunyai semangat berjuang menjaga agama (diniyah) dan berkontribusi pada kemaslahatan umat (ijtima’iyah) dengan berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja). Ini berarti NU memiliki tanggung jawab ganda: memperdalam ajaran agama dan memajukan kehidupan sosial masyarakat. Namun tidak barbar, harus diisi oleh orang yang memiliki mandat spiritual dan sosial yang sangat besar”, jawab Gus Faris mengawali diskusi.

“Hubungannya dengan konflik saat ini?”

“Lho jelas dong, NU khususnya PBNU idealnya bahkan wajib hukumnya menghindari aktivitas yang menimbulkan konflik internal dan memunculkan persepsi negatif publik terhadap NU. Organisasi NU, harus menghindari aktivitas yang menyeret jam’iyah ke dalam dinamika bisnis dan politik yang berisiko tinggi, ini semua berawal karena PBNU bermain dalam konsesi tambang karena sudut pandang materialistik saja. Ini menjadi atensi besar dari para kiai NU se-Jawa saat pertemuan di Bandung Desember 2025 lalu”

Masih kata Gus Faris, konsesi tambang ini ‘memang’ telah membuat kegaduhan besar sehingga menjadi sorotan kurang baik termasuk dari luar negeri sebagaimana kolega – koleganya mengatakan. Jadi NU dan PBNU akan lebih mulia dan bermartabat jika mengembalikan konsesi tambang kepada pemerintah.

“PBNU jangan sebagai leader, dia bisa bermitra dengan swasta yang memang kredibel dibidangnya. Kita meng-survisor, mengawasi saja, tidak harus nyemplung. Siapa yang jamin tidak menjadi mudharat?, kebijakan pemerintah tentang konsesi itu merupakan bentuk apresiasi negara terhadap kontribusi NU dan sebagai peluang untuk memperkuat kemandirian ekonomi organisasi. Itu betul. Namun kerja utama sebagai PBNU bukan hanya disitu masih banyak hal lain yang dapat dilakukan. Maka jalan terbaik adalah bongkar PBNU saat ini dan mengembalikan konsesi tambang itu kepada pemerintah,titik !” ujarnya

Gus Faris yang akrab saya panggil Kiai Faris – Orator Pancasilais ini juga menegaskan bahwa kemuliaan, kesejahteraan dan keagungan NU tidak bergantung pada konsesi tambang melainkan pada penguatan pendidikan pesantren, ekonomi kerakyatan, beasiswa, kesehatan, dan membantu Program Astacita Presiden lainnya.

‘Iya juga sih….

‘Eheheh..

(Foto.ist)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Anda suka dengan berita ini ?