Koranprabowo.id, PolitikHukum :

Api ‘Lengserkan Gibran’ yang hampir 6 bulan lalu dikobarkan , alhamdulillah sampai saat ini sepertinya telah padam sebagaimana sebelumnya mereka ribut tentang Fufufafa , Samsul, Anak Haram Konstitusi dan Ijasah Jokowi. Juga adanya ‘pemaksaan kehendak’ agar Gibran Rakabuming raka (GRR) berkantor di Papua dan IKN, termasuk beredarnya foto GRR dengan Wamenaker Noel yang disebut sebagai ‘Noel Termul’ juga saat anggota DPRRI joged-joged. Ehehehe. Semua disikapi Gibran dengan ‘santuy. Gibran paham bahwa dirinya adalah target sebagaimana mereka melakukan apapun kepada ayahnya Jokowi – Presiden thn.2014 – 2024. Sayangnya, ibarat pentas panggung kampung, MC telah menutup acara, warga pun telah bubar dan panggung pun telah mulai dibongkar oleh karang taruna, ‘Enough.

@gibran4ri1

Gibran OnFire 👎😂🇮🇩😂👎

♬ suara asli – GIBRAN 4RI-1 – GIBRAN 4RI-1

Namun sebagai Relawan Jokowi , Prabowo dan Gibran , kita merasa penting untuk terus mengingatkan kepada mereka bahwa Gibran didukung oleh relawan militannya Jokowi , setelah menolak ‘rambut putih dan Erick Tohir’ sebagai cawapres Prabowo lalu. Termasuk penolakan para emak-emak yang berada di kampung. Ingat , saat debat Capres thn.2024 lalu dimana Prabowo dihinakan oleh Ganjar dan Anies?, dan kemudian saat debat cawapres selanjutnya, GRR pun ‘menyapu-bersih’ ke-2 nya tanpa ampun dengan gaya ‘unik ala Milenial Gen-Z.

Dalam debat Cawapres lalu, kita mencatat beberapa hal atas kemampuan GRR menguasai materi – panggung dan penampilan, diantaranya;

1.GRR berhasil menunjukkan kualitasnya sebagai sosok muda yang kompeten, matang, dan layak menjadi wakil presiden. GRR mampu menguasai materi dan menyampaikannya dengan bahasa yang mudah dipahami oleh publik, atau lugas.  Kalau pun terkesan urakan, seperti itulah cara membunuh karakter ke-2 cawapres lainnya

2.GRR mampu mengubah pandangan sebagian orang yang meragukan kompetensi dan gaya komunikasinya, sikap tenang dan santai GRR dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan Ganjar – Mahfud (GM) yang tidak diduga kepadanya. Dia diam serupa ular berbisa. Setelah itu, kemudian GRR menghajar ke-2 nya hingga dasar bumi, angkat bendera putih. Hingga saat ini, sakitnya tuh disini. Dendam yg tiada hilang dlm hidup mrk dan para ternaknya, ‘icikiwiw.

3.Penampilan GRR dalam debat tersebut menjadi inspirasi bagi generasi muda di Indonesia sebagaimana Jokowi saat debat di Pilpres 2014 dan 2019 lalu, yang saat itu dianggap ‘planga-plongo’ namun nyatanya Jkw dan GRR mampu menyapu bersih semua. Ke-2nya dewasa karena tekanan politik sehingga mereka lebih mampu menguasi emsoi dan panggung.

4.Gestur dan gerak-gerik GRR , serta pilihan diksi yang digunakannya sangat sederhana namun emak-emak kampung pun menangkap pesan itu karena selama ini GRR dikenal sebagai sosok cuek, pendiam dan jarang bicara panjang. Maka jika GRR dengan mata dingin melahap ke-2 cawapres lain itu batas akhir dari kesabarannya. Ini yang emank-emak suka. Ke-2 cawapres lainnya hanya berbekal ‘orang lama’ tanpa update info-info terbaru. Maka menjadi aa ‘uu… saat menghadapi GRR.

5.GRR ibarat ‘ular’ diam tanpa gerak, mengawasi ulah musuhnya dan ‘haap’, ditelan bulat – bulat tiada sisa. Serangan kepada Mahfud yang mematikan adalah saat GRR bertanya bagaimana Mahfud bakal mengatur regulasi mengenai Carbon capture and storage.

Mahfud agak gelagapan, maka hanya menjawab bahwa membuat regulasi tak harus spesifik satu per satu, kecuali jika proyek yang dijalankan sudah ada. Dalam proses pembuatan regulasi, kata Mahfud, paling mendasar yakni membuat naskah akademik.

Mendengar jawaban tersebut, Gibran lantas mencecar Mahfud. “Kembali lagi ke pertanyaan saya, Pak, Prof Mahfud menjawab sudah dua menit, tapi pertanyaan saya belum dijawab sama sekali, Pak. Enggak perlu ngambang ke mana-mana, Pak, terlalu teoritis, terima kasih,” lanjutnya dengan nada meninggi. Mahfud ‘mlengos menelan ludah pahitnya. ‘Icikiwiw.

6.GRR juga ‘menguliti’ Cak Imin, dengan pertanyaan , “Bagaimana langkah Gus Muhaimin untuk menaikkan peringkat Indonesia melalui State of the Global Islamic Economy (SGIE).?” tanya Gibran. Mendengar pertanyaan Gibran, Muhaimin mengaku tak tahu apa itu SGIE dan balik bertanya. “Terus terang SGIE saya enggak paham, SGIE itu apa?”. Gibran lantas menerangkan bahwa SGIE merupakan kepanjangan dari State of Global Islamic Economy. Menurutnya, perihal ini penting mengingat Indonesia tengah fokus mengembangkan ekonomi syariah dan keuangan syariah. Cak Imin pun senyum-senyum kecut.

‘Eheheheh..

‘Masih semangat Melengserkan Gibran?

(Red-01/Foto.ist)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Anda suka dengan berita ini ?