Koranprabowo.id, Profile :
Saat ditanya PimRed (30/3) berapa marga Siregar yang mempunyai peran atau sosok sebagai tokoh nasional selama ini, saya harus buka mbah google. Dan saya menemukan satu orang diantaranya adalah Sutan Martua Raja Siregar , kelahiran 19 Desember 1873 dan wafat 1951.

Oppung SMR ini adalah seorang tokoh pendidikan, guru, dan peneliti sejarah Batak. Ia dikenal sebagai narasumber utama dalam penyusunan buku kontroversial Tuanku Rao yang ditulis oleh putranya, Mangaraja Onggang Parlindungan. Oppung SMR juga pernah menjabat sebagai anggota Chuo Sangi-In (Dewan Pertimbangan Pusat) mewakili Sumatera Timur pada masa pendudukan Jepang.

Oppung SMR masuk Sekolah Rakyat di Sipirok pada tahun 1884 hingga 1889. Saat duduk di bangku Sekolah Rakyat, sudah mulai menuliskan fakta-fakta Sejarah Batak, terutama perihal para leluhurnya, Tuanku Lelo dan Tuanku Ali Sakti. Oppung SMR bekerja sama dengan pamannya, Tanduk Nasution, yang pada tahun 1914 – 1928 menjadi Demang Toba yang berkedudukan di Balige. Lalu pada tahun 1889, melanjutkan pendidikannya di Kweekschool Padang Sidempuan. Semasa duduk di bangku sekolah Kweekschool itulah, Oppung SMR mempelajari lebih mendalam mengenai Sejarah Batak dari gurunya, Guru Batak, yang merupakan mantan murid dari Willem Iskandar.

Pada tahun 1891, Oppung SMR dihadiahi oleh Guru Batak, salinan dari naskah buku “De Komst Van De Islam In Mandailing“ karangan Willem Iskandar. Saat itulah Oppung SMR pertama kali mendapatkan fakta-fakta Sejarah Batak pada waktu “Zaman Bondjol”, yang exact berikut angka-angka tahunnya. Dalam kurun waktu antara tahun 1893 – 1899, Oppung SMR menjadi Guru Bantu di Sekolah Rakyat di Pargarutan, Sipirok.

Dengan menggunakan fakta-fakta Sejarah Batak peninggalan Willem Iskandar, Oppung SMR berhasil merekonstruksi Pertempuran Pargarutan tahun 1816, dimana Torkis Harahap dikalahkan oleh Tentara Padri, Pertempuran Pasirampulu tahun 1833 dimana Jatenggar Siregar menang, dan Pertempuran Batunadua tahun 1833 dimana Tuanku Lelo tewas. Di Pargarutan, dalam hal fact finding fakta-fakta Sejarah Batak, Oppung SMR sangat banyak dibantu oleh muridnya, Parada Harahap, yang kelak menjadi seorang wartawan terkemuka.
(Red-01/Foto.ist)
