Koranprabowo.id, PolitikIstana :
Nama Sjafrie Sjamsoeddin , hampir 6 bulan belakangan ini ‘sontak populer’ ditengah para relawan. Just Remind : Pertama, dalam kasus penjarahan rumah Menkeu – Sri Mulyani tgl. 31 Agustus 2025, sejak awal akui Sri telah menelepon langsung meminta perlindungan kepadanya selaku Kemenhan saat itu. Nyatanya penjarahan tetap ada. Dan wajar jika kemudian publik mempertanyakan dan membandingkan dengan rumah Puan yang ‘aman-aman saja. Kedua, Senin, 11 Agustus 2025 lalu Presiden Prabowo meng-anugerahi Pangkat Jenderal Kehormatan Bintang Empat kepadanya.

Sontak menjadi cemooh para relawan dan aktivis HAM, seperti KONTRAS, kata mereka Sjafrie memiliki rekam jejak buruk berupa keterlibatannya dalam berbagai peristiwa pelanggaran berat hak asasi manusia (HAM) pada periode pemerintahan otoriter Orde Baru. Ditambah lagi, pemberian pangkat itu dianggap tidak didasari pada dasar aturan yang jelas serta memiliki kepastian hukum.
Sjafrie kelahiran Makasar tgl. 30 Oktober 1952 , dari tahun 2010 -2014, ia menjabat sebagai wakil menteri pertahanan juga pernah menjadi pengawal pribadi Presiden Soeharto dan teman lama presiden Prabowo.
Yang terakhir, bahkan menimbulkan kegaduhan sampai saat ini adalah kepada media Sjafrie ‘ujug-ujug’ mengatakan keberadaan bandara khusus PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Morowali sebagai bentuk “negara dalam negara”. Buummm, … relawan pun mengernyitkan dahi dan sumpah serapah di sosial media. “Cacat logika!”, karena sebelum mengeluarkan statemen , diduga, Sjafrie belum koordinasi dengan Menteri perhubungan selaku pemegang otoritas penerbangan. Bahkan belum minta penjelasan kepada pimpinan IMIP bagaimana status bandar udara IMIP. “Ceroboh!” dan tidak patut dilakukan sebagai orang yang terdidik disiplin dalam militer.

Fakta resmi menunjukkan bandara IMIP sah sebagai bandara khusus, legal, berizin, dan diawasi Kemenhub. Juga tentang adanya ‘kegaduhan mobilisasi TNI sesuai arahan Sjafrie diarea tersebut dengan alasan untuk menjaga dan melakukan pengawasan di bandara tersebut. Dan wajar jika muncul dugaan relawan dan aktivis sikap Sjafrie ini seolah mau menarik-narik ‘pemerintahan Jokowi’ kedalam kasus diatas, Sjafrie lupa saat itu Prabowo adalah Menhankam dan Sjafrie adalah wamennya.
‘Masih mau dipertahankan sebagai Kemenhan?
‘Wkwkwkw…
(Foto.ist)
