Koranprabowo.id, Opini :

Seorang relawan senior – Purwanto M.Ali (PMA) dikenal sebagai penulis yang kritis dan detil. Saya tertarik atas tulisannya dibawah ini , dimana intinya PMA mengatakan Para Pendukung Roy Suryo Adalah Produk Dari Penangkaran Orang Tolol : Kualitas Ketololannya Terjamin 100 %

PENDUKUNG ROY SURYO CS ADALAH ORANG – ORANG YANG TOLOL ABSOLUT

1. Profil :

Roy Suryo bukan ahli IT, telematika dan digital analisis. Dia tidak memiliki kompetensi keilmuan dan sertifikasi ahli di bidang itu. Jenjang pendidikan formalnya tidak berhubungan dengan IT dan dunia digital. Dia seorang residivis dan dia pernah mencuri barang – barang milik negara, maka secara rasional, etika dan moral adalah orang yang tidak bisa dipercaya.

● RIsmon Sianipar adalah pemalsu ijazah Universitas Yamaguchi. Dia telah melakukan pembohongan publik atas pendidikannya di Jepang. Sebagai akademisi dia sudah dipecat dari Universitas Mataram. Dia bukan peneliti, ahli dan pakar digital analisis, karena dia tidak memiliki kompetensi keilmuan dan sertifikasi ahli dibidang digital forensik. Fakta bahwa dia tidak tercatat sebagai ahli digital forensik dalam asosiasi ahli digital forensik Indonesia. Dengan demikian maka dia bukan orang yang kredibel dan produk penelitiannya sangat tidak kredibel dan tidak bisa dipercaya.

dr. Tifa Tyassuma adalah ahli dibidang kesehatan, bukan ahli dibidang analisis dokumen. Dia hanyalah pegiat media sosial dan aktifis politik pendukung capres. Dia mengaku seorang doktor sebagaimana gelar yang sering ia sematkan, tetapi dia belum doktor. Dia tidak punya keahlian untuk membidangi analisis dokumen ijazah. Dengan demikian dia tidak kredibel dan tidak bisa dipercaya.

2. Materi

● Hasil penelitian Roy Suryo, Rismon dan Tifa jauh dari kaidah, etika dan metodologi ilmiah dari suatu penelitian. Data – data sebagai objek penelitiannya adalah data yang tidak kredibel dan berasal tidak dari sumber yang kredibel pula. Kesalahan fatal mereka adalah suatu objek manual atau analog yang seharusnya diteliti dengan pendekatan analog forensik, tetapi mereka melakukannya dengan digital forensik. Dengan demikian maka hasil yang diklaim sebagai penelitian sebenarnya hanyalah sampah, karena jauh dari hasil penelitian secara ilmiah berdasar kaidah – kaidah yang ilmiah.

● Fakta bahwa kesimpulan yang mereka buat dari hasil yang diklaim sebagai penelitian ilmiah ternyata berbeda dan bertolak belakang dengan bukti dan fakta yang diberikan oleh UGM sebagai lembaga pendidikan resmi yang sangat kredibel penerbit ijazah dan uji laboratorium forensik Bareskrim Mabes POLRI, lembaga yang punya wewenang secara legal menguji secara forensik dokumen yang menjadi persoalan hukum di negara ini. Dengan demikian maka kesimpulan dari hasil kerja Roy Suryo cs tersebut sangat tidak bisa dipercaya.

Dari fakta fakta tersebut di atas, maka tidak ada alasan bagi setiap orang yang waras dan rasional untuk mempercayai dan mengakui kebenaran dari hasil kerja Roy Suryo cs tersebut.

Dan orang – orang yang sudah mengetahui fakta – fakta tersebut, namun masih mempercayainya bahkan mendukungnya adalah orang – orang yang tololl dan dunguu absolut.

Semoga kita tidak termasuk golongan orang – orang yang tololl absolut. Namun apabila masih ada yang memaksakan diri masuk golongan orang – orang tololl absolut, itu adalah hak asasi mereka.

(Red-01/Foto.ist)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Anda suka dengan berita ini ?