Koranprabowo.id, Politik :
Masih viral nih, sosok Pasha Ungu (Sigit Purnomo Syamsuddin Said) disebut publik sebagai senator yang ‘beradab, karena dianggap tidak ikut serta joged-joged di Senayan lalu. Kalau pun Ketua MPR – Ahmad Muzani , mantan Sekjen Gerindra telah melakukan klarifikasi jika para anggota DPR yang terlihat berjoget itu dapat dimaklumi lantaran terjadi di luar agenda formal. Selain itu, ia menilai itu merupakan refleks ketika mendengar sebuah lagu.
Tingkah anggota DPRRI yang berjoget ketika Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD memang ibarat bola panas yang terus melaju ditengah keprihatinan sosial dan ekonomi selama ini. Publik menganggap apapun alasannya joged Sajojo dan Fa Mi Re – Jumat, 15 Agustus 2025 lalu telah melukai keprihatinan yang ada.

Ditelevisi memang terlihat Pasha hanya diam tanpa ekspresi, hanya dia dan Tuhan yang tahu apa yang ada dipikirannya dan itu menjadi simpati publik. “Soal ada apa, joget-joget di paripurna, ini kan sebetulnya setelah selesai kegiatan dan ada hiburan dari adik-adik Unhan kalau saya nggak salah di lantai 2. Saya kira itu spontanitas ya, tidak ada niat kawan-kawan itu kemudian seolah-olah mengesampingkan tugas fungsi, ya seperti itu,” jelas Pasha kepada media.

Saat Pileg 2024 lalu, Pasha yang ‘nyaleg’ dari PAN di Dapil Jakarta III berhasil meraih suara lebih dari 50.200 suara dan mendapat kursi ke 8 dari 10 kursi di Dapil ini yang meliputi Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu. Pastinya 50.200 pemilihnya ini bahagia melihat Pasha tidak ikut ‘joged-joged’ saat itu.
Pasha selain vokalis dia juga pembuat lagu maka wajar dia bisa lebih ‘peka dari yang lain, pembuat lagu itu melihat, mendengarkan dan memahami isu-isu sosial. Pembuat lagu dapat menciptakan karya yang relevan, bermakna, dan berkontribusi positif pada kehidupan individu maupun kelompok. Dan Pasha telah menunjukan itu kepada kita. Melalui style dan adabnya sebagai musisi. Apalagi Pasha telah menjadi kepala dearah dia pastinya paham kegundahan ini semua. Dan ini yang tidak ada dimitranya baik Eko Patrio maupun Uya kuya.Titik.

Kita pasti belum lupa ada ceritera hitamnya Uya Kuya,
Januari 2025 lalu dia dihujat publik karena sengaja dan tanpa ijin membuat video/konten di rumah korban kebakaran Los Angeles karena dianggap melanggar privasi dan etika. Bulan Mei 2025, Uya kuya pun hampir dipidanakan karena mengundang narasumber Akash Ellahi yang berbicara mengenai perceraiannya dengan TikToker Venny Alberti. Bahkan mendiamkan saat Akash bicara tentang masalah dan personal seperti organ intim istrinya juga tentang haid.
Saat publik mengecam aksi joged-jogednya, kepada media Uya mengatakan “Lha kita artis, kita DPR kita artis. Gua tanya sekarang anggota DPR, emang ada anggota DPR yang gak ngonten ada ?, semua ngonten, artis ngonten, netizen juga ngonten,”
Tapi Uya Kuya lupa saat joged-joged itu dia bukan sedang bikin konten/ngonten.

Bagaimana Eko Patrio?
Setelah muncul protes publik tentang joged – joged itu, Eko malah membuat parodi video dan sengaja dipublish kemedia. Sontak kecaman pun kembali muncul. Diantaranya;
“Oohh nantangin lu ? Mau jadi kyk bupati pati jilid 2 lu ko,” kata @chiemachiplukz.
“Pak eko, saya menyatakan bahwa mulai hari ini jika pajak dari gaji saya yg dipotong tiap bulan dan ternyata masuk dalam gaji anda / pendapatan anda walaupun Rp 1,- maka saya tidak ikhlas dunia akhirat. Terima kasih atas jogetan anda,” kata @kenapanamanya.
“Percayalah, VT ini dia ngejek orang yang ngehujat dia,” kata @nanassiberia.
“Astaghfirullah, nantangin rakyat dia. Catat partainya PAN,” kata @erikaayusafitri2.
“Haaalaaahhh……. kalau didemo paling yang maju juga polisi,” kata @munha12.12.
“Oohh nantangin lu ? Mau jadi kyk bupati pati jilid 2 lu ko,” kata @chiemachiplukz.
“Pak eko, saya menyatakan bahwa mulai hari ini jika pajak dari gaji saya yg dipotong tiap bulan dan ternyata masuk dalam gaji anda / pendapatan anda walaupun Rp 1,- maka saya tidak ikhlas dunia akhirat. Terima kasih atas jogetan anda,” kata @kenapanamanya.
“Percayalah, VT ini dia ngejek orang yang ngehujat dia,” kata @nanassiberia.
“Astaghfirullah, nantangin rakyat dia. Catat partainya PAN,” kata @erikaayusafitri2.
“Haaalaaahhh……. kalau didemo paling yang maju juga polisi,” kata @munha12.12.


Untungnya tgl.19/8 melalui media Eko meminta maaf atas hal ini.
Kembali ke Pasha Ungu,
Dia lahir di Donggala, Sulawesi Tengah tgl. 27 November 1979 , sejak kecil dikenal sebagai juara II lomba adzan se-Sulawesi Tengah. Kemudian menjadi vokalis ‘Ungu. Setelah bergabung dengan PAN ia terpilih sebagai Wakil Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah thn. 2016–2021, dan kini menjabat sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PAN. yang membawahi bidang Agama, Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak.
Pasha ungu adalah senator yang mampu menjaga adab, contoh itu.
(Red-01/Foto.ist)
