Koranprabowo.id, Politik :
Saat ini, cadangan minyak Indonesia hanya tinggal sekitar 3,6 miliar barel dan diperkirakan akan habis dalam waktu beberapa belas tahun dengan asumsi tingkat produksi saat ini, tidak ada penurunan produksi kedepan serta tidak ditemukan cadangan minyak baru. Sementara untuk dapat menemukan cadangan minyak dan gas yang baru saat ini dibutuhkan modal yang besar dan keberanian untuk mengambil resiko mengingat potensi minyak dan gas yang ada lokasinya di laut dalam.
Jika dibandingkan dengan Venezuela hanya mencapai 300 milyar, maka cadangan Indonesia hanya 1/100-nya.

Kepada Media Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia – Mohammad Faisal melihat, meski Venezuela tercatat sebagai pemilik cadangan minyak terbesar di dunia, perannya dalam produksi dan ekspor global telah merosot tajam dalam dua dekade terakhir. Dengan demikian, dampak serangan terhadap negeri itu terhadap harga minyak dunia dalam jangka pendek akan terbatas.
”Venezuela dulu memang merupakan eksportir minyak yang sangat besar dan ekonominya sangat bergantung pada minyak. Namun, karena mismanajemen dan infrastruktur yang menua, produksinya terus menurun. Yang besar saat ini adalah cadangannya, bukan produksinya,”

Dalam beberapa sumber disebut jika sejak thn.2016 lalu Venezuela dan Rusia telah membentuk usaha patungan untuk memproduksi 120 ribu barel minyak /hari di dua ladang minyak di Orinoco Heavy Oil Belt. Bahkan Rusia telah memberikan ‘pinjaman’ sekitar USD.1,5 miliar dan modal USD.1,1 miliar sehingga syah mendapatkan 40% saham.

Tidak terbayang jika memang Amerika kemudian akan merebut cadangan minyak Venezuele, karena selain akan berhadapan dengan Rusia dan China yang dikenal lama sebagai sekutu Venezuele juga Amerika akan ‘dirujak’ Korea Utara yang disebut Korut sebagai ‘saudara.
Tuduhan terorisme hingga penyelundupan narkoba menjadi alasan AS untuk meningkatkan tekanan ke Venezuela, yang pada akhirnya menjadi operasi militer hingga penangkapan Presiden Venezuele – Nicolas Maduro dan istrinya oleh Delta Force USA Sabtu (3/1/2026). Penangkapan itu bersamaan dengan serangan militer AS ke Caracas, ibu kota Venezuela.
‘Pertanyaan kita kok bisa semudah itu ?
(Foto.ist)

