Koranprabowo.id, Unik :
Teman teman relawan dimana saja berada,
Tuhan menciptakan berbagai macam binatang sebagai bagian dari ciptaan-Nya yang beragam dan indah, serta memiliki peran masing-masing dalam menjaga keseimbangan alam. Termasuk sebagai sumber makanan, transportasi, pekerjaan, Keamanan dan keindahan. Dan tidak ada kerugian atas itu semua sebagaimana kehendak Tuhan menciptakannya.
Alkitab penuh dengan referensi tentang binatang! Dari singa yang perkasa hingga merpati yang lembut, makhluk-makhluk besar maupun kecil menemukan tempatnya di dalam teks suci. Setiap binatang memiliki makna yang unik, mengajarkan kita pelajaran berharga tentang iman, keberanian, dan kasih sayang
Tuhan menciptakan berbagai macam binatang baik yang hidup di darat, laut, maupun udara, pada hari kelima dan keenam penciptaan. Penciptaan binatang ini bertujuan untuk menjadi bagian dari ciptaan Allah yang baik dan untuk melengkapi bumi yang telah diciptakan, termasuk anjing.
Dari Penelitian neurosains dari studi fMRI di Universitas Emory bahkan menegaskan bahwa anjing lebih mencintai pemiliknya. Studi yang dipimpin oleh Gregory Berns ini menemukan bahwa ketika seekor anjing mencium pemiliknya, nukleus kaudatus—bagian otak yang terkait dengan kegembiraan dan kasih sayang—menjadi jauh lebih aktif daripada ketika anjing tersebut mencium makanan atau anjing lain.

Penelitian inovatif ini, yang dilaporkan dalam National Geographic dan Nature Scientific Reports, menunjukkan bahwa respons emosional anjing terhadap aroma pemiliknya merupakan tanda biologis cinta dan ikatan. Penelitian ini memberikan bukti ilmiah bahwa, bagi seekor anjing, Anda bukan sekadar pengasuh, tetapi anggota keluarga yang disayangi.

Anjing dapat dipelihara manusia, namun bagaimana dengan hewan liar dan buas yang ada di pegunungan dan hutan, yang benar-benar liar, kasar, dan tak dapat dijinakkan. Mereka tak dapat dijinakkan, jadi mereka tidak dapat dipelihara, dan tidak bisa hidup harmonis dengan manusia atau bekerja mengatasnamakan manusia. Oleh karena mereka tidak bisa dipelihara, tidak bisa bekerja untuk manusia, maka mereka harus hidup jauh dari manusia, dan tidak bisa didekati oleh manusia. Namun justru karena mereka hidup jauh dari manusia, dan tidak dapat didekati oleh manusia, mereka mampu memenuhi tanggung jawab yang dianugerahkan kepada mereka oleh Sang Pencipta: menjaga pegunungan dan hutan.
Seperti itulah karya Tuhan yang sulit kita pahami.
(Foto.ist)
