Koranprabowo.id, Daerah :
Kemarin (26/1) Mantan Presiden RI ke-7 – Jokowi menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Belanda untuk Indonesia Marc Gerritsen di kediaman Jokowi di Jalan Kutai Utara Nomor 1 Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari Kota Solo sekitar pukul 16.10 WIB. Saya , Sonny Irawan – Relawan Koranprabowo.id Prov. DKI Jakarta merasa bahagia karena Jokowi masih perduli tentang sistuasi nasional khususnya mengenai ‘banjir’

Dalam pertemuannya itu Jokowi menaruh perhatian pada isu mitigasi banjir—sebuah masalah lama yang hingga kini masih menghantui jutaan warga, khususnya masyarakat kecil di wilayah rawan.Pembahasan mitigasi banjir bersama Belanda bukan tanpa alasan. Negara tersebut dikenal memiliki pengalaman dan teknologi pengelolaan air kelas dunia. Jokowi memahami bahwa banjir di Indonesia bukan semata persoalan curah hujan, melainkan kegagalan tata kelola yang membutuhkan pendekatan ilmiah, terencana, dan berjangka panjang.

Selama menjabat, Jokowi kerap menekankan pentingnya pencegahan dibanding sekadar penanganan darurat. Normalisasi sungai, pembangunan bendungan, hingga penguatan sistemperingatan dini menjadi bagian dari upaya negara. Namun Jokowi juga menyadari, tantangan banjir jauh lebih kompleks dan tidak bisa diselesaikan oleh satu pendekatan saja.

Ketertarikan Jokowi pada kerja sama mitigasi banjir mencerminkan kesadaran bahwa
Indonesia perlu belajar dari negara yang berhasil menaklukkan ancaman air. Bagi Jokowi,ini bukan soal gengsi nasional, melainkan soal keselamatan rakyat yang setiap musim hujan selalu berada di garis depan risiko.
Di sisi lain, publik berharap kepedulian ini tidak berhenti pada diskusi atau simbol diplomatik. Rakyat yang rumahnya terendam dan mata pencahariannya hilang menunggu kebijakan nyata yang menyentuh akar persoalan: tata ruang semrawut, alih fungsi lahan,hingga lemahnya koordinasi lintas lembaga

Sekali lagi saya acungkan jempol untuk kepedulian Jokowi terhadap mitigasi banjir yang patut dicatat sebagai sinyal penting. Namun sejarah mengajarkan, niat baik harus dikawal dengan keberanian eksekusi. Tanpa itu, banjir akan terus menjadi rutinitas tahunan—dan rakyat kecil kembali membayar harga paling mahal. Semoga Presiden Prabowo akan lebih baik dalam hal ini, Aamiin Yarabil’alamiin.
(Foto.ist)
