Koranprabowo.id, Daerah :
Teman-teman relawan dimana saja,
Jembatan merupakan salah satu elemen penting berkaitan dengan menghubungkan dua titik yang dipisahkan oleh batas wilayah hukum dan hambatan alam seperti sungai, jurang, hutan, lembah dsb. Jembatan juga menjadi bagian yang tidak dapat dipandang sebelah mata dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sosial, dan budaya.

Bahkan hal ini telah dicontohkan oleh Presiden Jokowi , di era beliau thn. 2014-2024, telah dilakukan pembangunan sekitar 1,9 juta meter jembatan desa, sekitar 125.904 meter (125,9 km) jembatan baru (non-desa), dan pembangunan 583 unit jembatan gantung. Beliau sangat ‘paham’ manfaat dan tujuan dari jembatan khususnya di desa – desa, beliau sangat ‘lebih paham’ bagaimana membuat rakyatnya senang, yang bertujuan meningkatkan konektivitas antar wilayah , lajunya distribusi barang – jasa dan menurunkan biaya logistik di seluruh Indonesia.
Kemarin (21/1/20226) pkl.14.08 atas undangan temam – teman relawan Koranprabowo.id – Koranjokowi.com Prov. Sumatera Utara ; Budi D Ginting, J. Manulang, Vien J. Siregar, R. Sijabat, B.Manurung, dan Anemala W sampai jugalah kami ke Nagori/Desa JAWABARU kecamatan Huta Bayu Raja , salah satu desa di kabupaten Simalungun yang berbatasan dengan Kab. Asahan, Sumatera utara. Disana kami menggagas akan ada pembangunan JEMBATAN PRABOWO – GIBRAN , tepat berdiri diatas riaknya Sungai Silou dengan luas 20-30 meter yang menurut warga sekitar setiap waktu terus melebar karena kikisan air sungainya.
“Tahun 2023 lalu terpaksa warga menggotong jenasah yang akan dimakamkan harus menyusuri sungai karena tiada jembatannya, bahkan upaya permohonan pembangunan jembatan sungai ini sudah tahunan tidak juga digubris. Apalagi upaya kami pak?”, kata seorang warga pria sepuh initial JG saat kami berada disana, saya diam .

Warga lain , seorang ibu, initial M Br P menyampaikan jika dirinya beberapa kali harus mengambil resiko menyebrangi sungai deras saat menggembala kambing. “Ada pernah kambing muda yang terbawa arus”. Ibu ini menggembala hingga Bukit 5. Masih kata ibu usia 62 thn ini dirinya tidak menggembala jika arus sungai sangat deras apalagi jika sedang musim hujan, selain arus deras air pun menggenangi beberapa desa selain desa Jawa baru. “Pemerintah tau apa derita kami pak?”, tutup ibu ini kemudian pamit.

Hampir 40 menit kami disana, lalu kembali ke-basecamp di Bukit 5. Saya dan istri yang memang berniat untuk melihat apa yang disampaikan teman-teman relawan Sumut merasa penting untuk meneruskan harapan warga dan kemudian bersama team mendiskusikan hal terkait rencana JEMBATAN PRABOWO – GIBRAN sepanjang 20 – 30 meter tersebut, diantaranya;
1.Lintasan ini merupakan jalur alternatif warga ke-2 kabupaten khususnya warga desa di area Kab. Simalungun ; warga desa Jawabaru, Petani, Kp Lalang, Simangonai, Dabuan cincin, Ganjangan suhul, Magori marihat tanjung, dsb menuju Kisaran Kab.Asahan, dsb. Juga warga desa Kampis, Simpang tiga, Silau jawa, Tanjungan, Afd 8 se’i kopas, dsb dari Kab. Asahan yang akan menuju Kab. Simalungun.Baik untuk kegiatan distribusi barang dan jasa.
2.Jika air sungai sedang meluap banyak warga yang terpaksa menggantungkan speda motor, dsb diatas sungai dengan tali apa-adanya untuk sampai ke-seberangnya sebagaimana foto zai/hetanews lalu

3.Dari catatan kami, APBD Simalungun tahun 2026 – Rp.2,42 Triliun dan APBD Asahan sebesar – Rp.1,56 triliun, bahkan realisasi pajak Prov. Sumut mencapai diatas Rp.20 triliun di tahun 2025 lalu. Realisasi Pendapatan Asli daerah kab. Asahan Daerah thn.2025 sekitar Rp.163,17 miliar dan Kabupaten Simalungun lebih dari Rp.198 miliar lebih.
Apapun dari angka-angka diatas dapat tercapai karena ‘partisipasi aktif masyarakat kepada masyarakat khususnya para pembayar pajak yang kini berada diantara batas wilayah kab.Simalungun – Kab. Asahan sebagaimana disampaikan diatas.

4.Jadi kalau semua bicara tentang tiadanya ‘anggaran’ , sehingga jembatan itu tiada juga terbangun maka jangan marahi kami jika kami ‘punya cara lain’ melaksanakan itu semua dan ‘tanpa harus melanggar & bersebrangan’ baik dengan Pemerintah Pusat, Pemprov Sumut, Pemkab. Simalungun – Asahan, BUMN/PTPN-IV, dsb bahkan kita bisa ‘bermitra, …. bekerja-sama, ….sama-bekerja’ , ….. teman teman relawan dan siapapun, …mari belajar malu lagi kepada masyarakat yang selalu taat membayar pajak untuk bangsa dan negara besar RI ini.

5.Dalam beberapa sumber disebut, bahwa Jembatan dengan panjang serupa (30-40 meter) dan lebar sekitar 6 – 8 meter yang sering dibangun oleh Kementerian PUPR atau pemerintah daerah biasanya ber-anggaran Rp. 7 – 15 miliar
Teman teman relawan dimana saja berada, bantu share sebanyak mungkin tayangan ini . Semoga segera sampai ke Presiden Prabowo, Wapres Gibran Rakabumingraka, Menteri PUPRRI, Menteri BUMN-RI, Gub. Sumut – Bobby Nasution, Bupati Simalungun – Dr. H. Anton Achmad Saragih, S.E., M.M., Bupati Asahan – Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si. juga Dirut PTPN IV, dsb.
Adios
Mauliate na borju !
(Red-01/Vien/BudGin/Jabat – Foto.ist)
