Koranprabowo.id, HotNews :
Hari Raya Lebaran itu idealnya tidak disertai ‘bergunjing’ apalagi tentang politik, namun seorang tamu yang datang kerumah (21/3) melakukannya, bahkan dipenuhi nada kebencian, ehehe. Kata dia, pria usia 40-an ini sejak duduk, bicara tentang semua yang terkait program pemerintah, Salah satunya tentang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)_.
Kata pekerja pabrik ini banyak beredar isu anggaran KDKMP yang Rp.1,6 miliar itu banyak diterima hanya sekitar 900 juta – Rp, 1,3 miliar. “Sisanya gak tau kemana, karena nilai fisik yang terbangun rata-rata yang diangka dibawah satu miliaranlah”, katanya ,saya diam sambil mengunyah ketupat lebaran made in nyokap tersayang.

Ketua KPK -Setyo Budiyanto, SH.
Katanya lagi kalau mau cari untung jangan diproyek seperti ini karena toh uangnya juga dari pajak rakyat. “KPK sejak awal menemukan selisih di anggaran MBG, dari pagu Rp. 16.000-an perporsi banyak yang nilainya kurang dari Rp.10.000, banyak bukti dibeberapa daerah seperti itu bukan hanya MBG berarti di KDKMP kan bisa juga gitu kan?”,
Kali ini saya membenarkan dalam hati, karena kemarin ramai dimedia kasus MBG di di Ponorogo, dimana pekerja dapur kerap ‘nombok’ karena anggaran Rp10.000/porsi versi BGN yang diterima hanya R.p.6.500. bukan itu saja mereka pun dibawah tekanan pihak yayasan dugaan milik ‘cucu menteri agar tidak bernyanyi karena mempunyai 2 unit MBG.

Kesimpulan kita boleh saja menganggap pihak yayasan yang memiliki 2 unit MBG merekayasa pembelian bahan pangan, cari untung dari Rp.10.000 menjadi Rp./6500-an, ada selisih Rp. 3500/porsi. Jika ke-dua dapur itu punya kuota 500 orang/hari maka selisih Rp.3500 x 500/hari = Rp. 1,75 juta dan jika dikalikan 25 hari = Rp. 43,5 juta/bulan.
Lamunan tersentak ‘sang tamu pamit mau pulang karena mulai turun gerimis sepertinya juga dia tidak puas dengan penerimaan saya bahkan sambil keluar pintu sempat mengatakan, “Aa kan kerja dikoran istana tolong sampaikan ke presiden”, saya manggut-manggut sambil menahan tawa menyebut saya sebagai ‘orang istana. Eheheh.
Kembali soal dugaan cari untung di KDMP , memang banyak yang viral dibeberapa daerah. Maka wajar jika KPK pun mengingatkan adanya pelatihan digital dan pendidikan antikorupsi bagi para pengurus koperasi agar integritas menjadi bagian dari budaya organisasi sejak awal. Dan selisih anggaran dapat menjadi indikator awal tindak pidana korupsi.
(Red-01/Foto.ist)
