koranprabowo.id, Unik :
Siapa bilang perayaan besar dengan anggaran lebih dari Rp. 200 miliar lebih tidak pernah diadakan di Iran, buktinya sekitar tahun 1971 lalu , khususnya dalam perayaan HUT ke-2500 Kekaisaran Persia hampir sepekan lamanya, tgl. 12-16 Oktober 1971 yang dibuat dengan meriah. Itu terjadi disana.

Kekaisaran Persia yang saat itu disebut kekaisaran Akhemeniyah – Koresh Agung, Koresh Agung atau Kores Agung, adalah Raja Diraja (Kaisar) Iran yang berkuasa sampai tahun 530 SM. Pandangan tradisional menyatakan bahwa dia adalah seorang anggota Dinasti Akhemeniyah (Dinasti Persia), sehingga kekaisarannya disebut Kekaisaran Akhemeniyah. Sebelum menjadi Raja Diraja Iran, Koresy adalah raja daerah Persia, sebuah kawasan di Iran selatan, sehingga negaranya juga disebut Kekaisaran Persia oleh bangsa non-Iran

Koresh Agung
Acara yang dikomandoi oleh Shah Mohammad Reza Pahlevi ,Syah Iran dari 16 September 1941 hingga digulingkan dalam Revolusi Iran pada 11 Februari 1979 yang juga merupakan raja kedua dari Dinasti Pahlavi dan syah terakhir dari monarki Iran ini bertujuan memamerkan sejarah panjang dan kemajuan modern Iran kepada elit dunia. Disebut sebagai salah satu pesta termahal dalam sejarah, karena dihadiri oleh lebih dari 60 kepala negara, raja, dan tokoh penting dunia, termasuk Presiden Soeharto dari Indonesia.
Sejak persiapan 2 tahun sebelumnya rakyat Iran menolak acara seperti ini namun Pahlevi ‘masa bodo dan jalan terus’, bahkan menyulap gurun menjadi Kota tenda mewah di gurun dekat reruntuhan kuno Persepolis, Shiraz, yang dirancang oleh arsitek Prancis juga menampilkan parade militer yang memamerkan kostum dari berbagai dinasti Iran. Jamuan makan pun pesan dari Prancis yang disiapkan oleh restoran Maxim’s de Paris. Konon biaya acara mewah ini mencapai lebih dari USD.22 Juta atau setara Rp. 28,4 miliar saat itu atau Rp. 203 miliar saat ini.

Shah Mohammad Reza Pahlevi
Pahlevi menggunakan perayaan ini untuk menegaskan posisinya sebagai pewaris sah tahta Kekaisaran Persia dan menunjukkan Iran sebagai kekuatan modern. Namun kemudian berakhir sedih karena dianggap pemborsan dan ini juga yang mempercepat terjadinya ‘Revolusi Iran tgl. 11 Februari 1979 , Pahlevi pun tumbang oleh rakyatnya. Kemudian rakyat memilih Ayatollah Ruhollah Khomeini, yang kemudian mendirikan Republik Islam Iran. Sementara anaknya, Reza Pahlavi, hidup dalam pengasingan dan kini aktif sebagai tokoh oposisi bertempat di Amerika.
(Red-01/Foto.ist)
