Koranprabowo.id, HotNews :
Perang Iran VS Amerika – Israel telah berjalan hampir dua pekan konon AS-Israel telah menghabiskan anggaran lebih dari Rp. 500 triliun, ahahah… lebih ‘banyak’ sedikit dari anggaran MBG thn.2025-2029 sekitar Rp. 300 triliun. Agh sudahlah, itu urusan mereka yang jelas semoga Allah SWT – Tuhan YME melindungi bangsa dan negara besar ini agar tidak kena dampak perang itu. Mengapa?, karena beberapa program kita belum membuahkan hasil yang maksimal baik Dana desa yang tersisa 60%, MBG, KDMP, Koperasi Nelayan MP, Sekolah rakyat dsb sebagaimana janji Prabowo – Gibran saat kampanye 2024 lalu. Sedangkan uang rakyat sudah banyak yang negara pakai, ehehe.
Bagi Amerika ini adalah “Operation Epic Fury” dan bagi Israel ini adalah “Operation Roaring Lion” , show-off, adigang – adigung, suka suka gue … dimana targetnya adalah melumpuhkan nuklir dan militer Iran. Titik.

-by tirto-
Teman teman relawan dimana saja berada, jika ada yang bertanya mengapa Iran dibenci Amerika dan Israel, ada beberapa rujukannya
1.Sejak era thn.1970-an Iran di bawah Ayatollah Khomeini telah mengibarkan bendera perang kepada Israel , bukan kepada Amerika namun karena ‘bestian, Iran pun dikeroyok mereka + sekutunya. Bestian ini mendapat kecaman dan perlawanan dari relawan Iran baik Hizbullah (Lebanon), Hamas (Palestina), dan Houthi (Yaman), AS dan sekutunya menuding mereka dibiayai Iran dari kekayaan alam/minyak dsb.
2.Kalau pun pro-kontra, perlawanan Iran semakin parah saat Mohammad Reza Shah (Syah Iran) yang menjabat sejak 16 September 1941 digulingkan AS dan sekutunya dengan nama ‘Revolusi Iran pada 11 Februari 1979.
3.Iran pun menyandera diplomat AS di Kedutaan Besar AS di Teheran selama 444 hari, Iran memandang AS dan Israel sebagai “Setan Besar” imperialis, sementara Iran disebut sebagai negara teroris. Namun mereka meyakini bahwa Iran dilindungi Allah SWT mengingat beberapa sahabat Rasulullah ada yang dari Iran (Dahulu, Persia) seperti Salman AlFarisi RA, dsb.

4.Potensi minyak Iran menempati peringkat ke-4 terbesar di dunia dengan sekitar 3-4 juta barel/hari, Amerika 13 juta barel/hari dan Indonesia sekitar 600.000 barel /hari. Namun produksi AS semakin menurun sejak thn.2021, ini yang membuat mereka juga stress dan gemar invasi kepada negara penghasil minyak.
5.Era Presiden Jimmy Carter pada November 1979 ‘ujug-ujug’ AS membekukan aset Iran senilai sekitar USD. 8 miliar dan menghentikan impor minyak dari Iran yang saat itu beredar hampir 30% didunia.

6.Ujug ujug juga ditahun 1984, AS memasukkan Iran ke dalam daftar negara sponsor terorisme, yang memperketat sanksi bahkan tahun 1995, Presiden Bill Clinton pun thn.1996 melarang perusahaan AS berinvestasi atau berdagang dengan Iran.
7.Sanksi ekonomi dan politik bertahun-tahun oleh AS dan sekutu bukan membuat Iran terpuruk, namun semakin memperdalam kebencian pemerintah Iran terhadap AS, Israel dan sekutunya sampai saat ini.

8.Jumlah penduduk Iran sampai saat ini sekitar 93 juta jiwa menjadikannya negara terpadat ke-17 di dunia. Mayoritas penduduk (sekitar 73,5%) tinggal di kawasan perkotaan, dengan Teheran sebagai kota terbesar. Kota besar lainnya adalah Mashhad, Karaj, Isfahan, dan Ahwaz. Etnis Iran didominasi etnis /bangsa Persia, Azeri, Kurdi, Lur, dan lainnya

9.Sejak era Presiden Jokowi thn.2014 – 2024 realisasi investasi Iran di Indonesia dari 100 negara lainnya menempati nomor ke-68 dengan nilai USD.2,4 juta atau sekitar Rp.33,3 miliar. Sedangkan Amerika di nomor ke-6 USD.2,974 miliar atau sekitar Rp. 34 triliun (?), namun Iran tidak pernah dzolim kepada Palestina bahkan pasang badan kepada AS, Israel dan sekutunya. Eheheh.
10.Yang dilupakan banyak orang adalah ‘sikap tegas’ dari Nahdlatul Ulama (NU) yang tgl.29/2 lalu mengecam invasi militer ke Iran dan mengeluarkan instruksi kepada 95 juta lebih pengikutnya /Nahdliyin untuk membacakan doa (Qunut Nazilah) dalam setiap salat. Diyakini ini adalah doa yang dibaca saat terjadi musibah besar, bencana, atau penindasan terhadap umat Islam, dilakukan pada rakaat terakhir salat fardu setelah iktidal
11.Disaat semua orang yakin jika Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei ‘telah’ Gugur di Perang Iran (1/3) lalu, kalau pun kami ‘tidak’ seperti itu namun menyambut baik hadirnya sang putra beliau, Mojtaba Khamenei menggantikan komando perang Iran.

12. Keinginan Presiden Prabowo menjadi mediator Iran, AS dan Israel itu syah-syah saja selama semua urusan domestik berjalan baik. Hanya perlu diingat mereka saja masa bodoh dengan kecaman Paus Leo XIV setelah AS-Israel mengebom Iran, termasuk yang dikecam oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, ehehe.
13.Kami ingat Presiden Iran saat itu – alm. Ebrahim Raisi sekitar 6/4/2023 lalu menelepon Presiden Jokowi pasca serbuan pasukan Israel terhadap Masjid al-Aqsa, di Yerusalem. Melalui Jokowi Iran meminta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menggelar pertemuan darurat untuk membahas situasi di Palestina. “Perduli dan mendukung hak-hak warga Palestina dan memerangi Israel adalah sebuah prinsip yang tidak dapat diubah dalam Islam. Palestina adalah jantung dari dunia Islam.”
Dan saat KTT OKI di Riyadh, Saudi Arab tgl.11/11/2023 Jokowi dalam sambutannya mengecam langkah2 provokasi Israel dan meminta OKI berperan besar dalam krisis Gaza, Palestina – Israel.
14.Terakhir, relawan, aktifis, organisasi dan cendiawan Islam, pengamat LN, Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI – Dino Patti Djalal termasuk FPI ‘menyayangkan’ Presiden Prabowo hingga tulisan ini tayang tidak juga mengucapkan bela sungkawa atas (dugaan) gugurnya Ali Khemenei (1/3) lalu. Kalau pun dibantah Seskab – Teddy. Maka jangan gusar jika Menlu Iran dan para pengamat politik Timur tengah lebih merasa penting menemui mantan Wapres JK dirumahnya. Ini beda lagi dengan Jokowi saat Presiden Iran –Ebrahim Raisi wafat Mei 2024, Presiden Jokowi menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya akibat kecelakaan helikopter.

DOA QUNUT NAZILAH
Bismillahirahmanirahiim, ……. Allâhumma innâ nasta‘înuka wa nastaghfiruk, wa nastahdîka wa nu’minu bik wa natawakkalu alaik, wa nutsnî alaikal khaira kullahu nasykuruka wa lâ nakfuruk, wa nakhla‘u wa natruku man yafjuruk. Allâhumma iyyâka na‘budu, wa laka nushallî wa nasjud, wa ilaika nas‘â wa nahfid, narjû rahmataka wa nakhsyâ adzâbak, inna adzâbakal jidda bil kuffâri mulhaq.
Artinya: Tuhan kami, kami memohon bantuan-Mu, meminta ampunan-Mu, mengharap petunjuk-Mu, beriman kepada-Mu, bertawakkal kepada-Mu, memuji-Mu, bersyukur dan tidak mengingkari atas semua kebaikan-Mu, dan kami menarik diri serta meninggalkan mereka yang mendurhakai-Mu. Tuhan kami, hanya Kau yang kami sembah, hanya kepada-Mu kami hadapkan shalat ini dan bersujud, hanya kepada-Mu kami berjalan dan berlari. Kami mengaharapkan rahmat-Mu. Kami takut pada siksa-Mu karena siksa-Mu yang keras itu akan menimpa orang-orang kafir
Aamiin yarabil’alamiin.
WE STAND WITH IRAN !
(Red-01/Foto.ist)
