Koranprabowo.id, Politik :

Presiden Prabowo Subianto (Jumat, 2/2) lalu didepan mereka yang media mainstream menyebutnya dengan tokoh tokoh ‘oposisi’ menyampaikan sikap terbuka terhadap berbagai masukan terkait reformasi Polri. Pertemuandi dilakukan di Jalan Kertanegara, Jakarta. Namun kita sebagai relawan mengatakan sebaliknya, yang ditemui adalah mereka yang dominan pernah berhadapan dengan hukum dan Polri. Seperti ; Abraham Samad, Susno Duadji, Said Didu, dsb juga pembenci Jokowi – Gibran.

Kata Presiden Prabowo atas tuntutan ini dijawab “tidak ada yang mustahil” terkait kemungkinan penataan ulang struktur kelembagaan Polri — termasuk kemungkinan menjadikan Polri berada di bawah sebuah kementerian, apabila pemerintah pada suatu saat menilai langkah tersebut lebih tepat dan dibutuhkan.

Pertanyaan kita mengapa reformasi menjadi sesuatu yang lebih penting bagi mereka, jangan jangan kedepan mereka juga akan bicara tentang reformasi TNI. Pembenci ya tetap pembenci apapun dimata mereka semua salah dan merekalah yang paling benar didunia ini.

Tebak saja sendiri siapa yang pernah bermasalah dengan hukum/Polri, dan siapa yang pernah dipecat dari jabatannya karena dianggap gagal. Macam betul saja kata orang Medan.

“Sejak era walikota Solo, Jokowi kerap menggunakan diplomasi meja makan hingga presiden 2 periode. Apakah Prabowo pun ke-arah itu, baguslah. Kita tunggu saja apa alasan mereka sebenarnya mengapa sangat pro-reformasi Polri, dan mengapa yang mengusung adalah Menhan Syafri, kok bukan Menkopolhukam?, ehehe”, jawab PimRed menanggapi.

(Rigel,B/Red-01/Foto.ist)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Anda suka dengan berita ini ?