Koranprabowo.id, Desa :

Dalam menyambut program Ketahanan pangan sebagaimana diwacanakan Presiden Prabowo – Wapres Gibran, Kelompok Tani Sidodadi, Kec. Air sugihan, Kab. OKI – Ogan Komering IlirĀ , Sumatera selatan dibawah kordinasi Samidi dan Supriyanto saat ini tengah melakukan pembersihan Lahan TNK 24 , Kec. Air Sugihan yang direncanakan akan dibuka 100 hektar.

KTS yang merupakan mitra-kerja PT. Bumi Andalas Permai (BAP) secara swadaa telah memulainya hampir 2 pekan ini membersihkan lahan pertanian dan pembuatan kanal irigasi supaya ‘siap pakai’ nantinya apalagi target penanaman padi jatuh di bulan Oktober 2025 mendatang.

“Secara matematik sederhana jika setiap hektar mampu menghasilkan 3-6 ton maka seharusnya nanti akan menghasilkan 300 ton gabah atau sekitar 180.000 kilo beras”, kata Samidi kepada Koranprabowo.id

Hanya, petani memang trauma dengan harga gabah yang naik turun sebagaimana tahun 2024 lalu hanya berkisar Rp.5.100 – Rp.5.300 /kilogram, sedangkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan oleh Presiden RI Prabowo sebesar Rp.6.500 per kilogram.Tambah Supriyanto

Ya seperti itu realitanya, selain harga yang rendah, tingginya curah hujan belakangan ini turut memperparah kondisi para petani. Hujan deras akan menjadi kendala proses pengeringan gabah sehingga kualitas hasil panen menurun dan harga jual menjadi ‘Permainan’ tengkulak.

Saat diminta tanggapan, PimRed mengatakan produksi padi Kab. OKI tahun 2024 lalu mencapai 567 ribu ton (gkg) atau setara dengan 325 ribu ton beras sehingga mampu surplus beras sebesar 238.007 ton

“Atas hal ini menghadapi bulan tanam padi kiranya pemerintah segera mengambil langkah konkret salah satunya Pemkab, Dinas terkait dan Bulog segera melakukan diskusi kembali dengan petani melalui KTS. Sehingga apa yang dilakukan petani tidak sia-sia, baik karena masuknya musim penghujan dan penentuan HPH yang logis. Sehingga predikat kec. Air Sugihan khususnya kab.OKI sebagai salah satu sentra pangan unggulan di Sumsel akan tetap terwujud.”, kata PimRed.

Selain itu, tambah PimRed ada masalah penting lainnya lagi yaitu solusi terhadap Gajah-gajah liar yang masih turun ke pemukiman warga, sampai saat dirasa ‘masa bodoh’ sedangkan sudah banyak korban jiwa dan keruskan lahan dan rumah penduduk. Lainnya adalah mengenai infrastruktur jalan warga yang makin parah dimusim penghujan ini , harus juga dicari solusi termasuk PJU malam hari. “Ini juga akan mengganggu capaian kerja petani, karena mereka merasa tidak aman”,tutup PimRed.

(Red-01/Foto.ist)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Anda suka dengan berita ini ?