Koranprabowo.id,Politik :

Dalam beberapa catatan sebelumnya disebutkan bahwa tahun 2026 adalah Shio Kuda yang katanya penuh dengan keuletan dan elegan, belum juga satu bulan diawal tahun 2026 ini bagi kami ada kegaduhan yang sepertinya memang sudah di-skenariokan muncul diawal tahun 2026 ini.

Kemunculan lagu Republik Fufufafa menjadi pro-kontra, bagi mereka yang anti Jokowi , lirik lagu Republik Fufufafa yang ditulis oleh Bimo Setiawan Almachzumi /Bimbim tentang aneka masalah bangsa seperti kecanduan kekuasaan, narkoba, judi, serta isu gizi buruk dan rendahnya kualitas pendidikan. Adalah ‘packaging-nya, karena publik khususnya relawan Jokowi – Gibran menganggap ini ditujukan untuk mereka.

Jika memang seperti itu realitanya, mengapa gitaris Slank – Abdi negara mau menerima jabatan yang diberikan saat itu termasuk sebagai komisaris PT. Telkom?, juga jika dikaitkan dengan ‘Fufufafa, bukankah ini kalimat yang kerap digaungkan oleh Roy Suryo Cs sejak thn.2017 sebagai media kebenciannya kepada Gibran Rakabuming raka yang kini sebagai Wapres RI.

Jika fair Slank juga harus berani menyuarakan tentang kasus Presiden Megawati maupun Presiden SBY saat menjabat, referensinya bisa buka Googling. Atau juga Slank harus berani bicara tentang kematian pengojek Affan saat rusuh Agustus 2025 lalu, UU Perampasan Aset yang hilang dari bumi, MBG yang banyak menimbulkan keracunan, banyaknya eks Tim Mawar yang identik dengan penculikan aktifis 1998 menjadi pejabat populer sejak era Presiden Prabowo, banyaknya wamen yang juga aktif di BUMN hingga kasus kelambatan pemerintah dalam penanganan bencana di 3 provinsi yang sampai saat ini masih hangat.

Mengapa Slank tidak lakukan itu?

Mens Rea merupakan tur stand-up comedy Pandji Pragiwaksono yang digelar di 10 kota sepanjang 2025, dengan puncak pertunjukan di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta (3/1) lalu. Katanya Pertunjukan ini merupakan pertunjukan komedi tunggal terbesar di Asia Tenggara dan kini dapat disaksikan secara utuh di Netflix.

Syah saja, mungkin saya terlewat atas semua isinya, namun mengapa juga ‘roasting-nya Panji ini tidak juga menyasar kepada mantan Presiden Megawati maupun SBY, dan yang saya anggap kurang adab dan etika adalah saat Panji melakukan ‘body-shaming kepada fisik Wapres Gibran, menjadikan kondisi fisik seseorang sebagai bahan lelucon bukanlah bentuk kritik yang cerdas apalagi kepada pejabat negara.

Saya ingat, Pada 2008 atau 10 tahun lalu, Pandji menulis di blog pribadinya tentang kebiasaan orang berucap dengan kata ‘autis’ tanpa berpikir efeknya jauh ke depan. Dalam tulisannya itu, Pandji menyebut orang-orang yang bercanda seperti itu sangat tidak sensitif, karena tanpa sadar, mungkin mereka punya teman yang anaknya autis, sehingga bisa membuat sakit hati.

Menurut Pandji lagi, banyak sekali orang-orang di sekitar yang punya adik, anak atau bagian dari keluarga yang autis. Sehingga, itu akan melukai mereka juga. Dokter Tompi bahkan menanggapi Body-shamming nya ke Wapres dengan mengatakan dalam dunia medis dikenal sebagai ‘PTOSIS, suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, kelemahan otot kelopak dan sama sekali bukan bahan lelucon. Dan menyayangkan Panji menyasar kondisi tubuh yang tidak dapat dipilih oleh seseorang. Merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir.

Tompi pun mengajak publik khususnya Panji untuk meningkatkan kualitas diskusi dengan mengkritisi gagasan, kebijakan, dan tindakan para pejabat, bukan menyerang fisik mereka. Pernahkah Panji meriset berapa jumlah penderita PTOSIS didunia dan Indonesia, lalu apa bedanya dengan Panji yang bicara AUTIS?, Ngehe kan!?

Teman teman relawan dimana saja berada,

manusia butuh hidup, hidup butuh uang namun jangan lupa ada adab dan etika. Smoga Slank dan Panji lebih peka soal ini. Ingat ini tahun 2026 adalah KUDA API, ulet dan elegan tanpa menyakiti orang lain.

‘Dagh gitu aja, ehehe.

(Foto.ist)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Anda suka dengan berita ini ?