Koranprabowo.id, Politik :
Sedang ramai dan viral nih mengenai Jhon Sitorus yang mengatakan bahwa pengangkatan Presiden ke-2 RI, Soeharto, sebagai pahlawan nasional. “Yang mendukung Soeharto adalah kelompok koruptor, nepotisme, dan penjahat HAM,” Jhon adalah seorang pegiat media sosial itu yang saya tahu, maka saya pun bertanya pada mbah google. Darinya ada beberapa nama yang rada mirip, namun melihat laman
https://www.facebook.com/jhonsitorus8/?locale=id_ID

saya yakin Jhon inilah yang dimaksud, dimana sejak thn.2014 dia cinta mati kepada Jokowi. Dilamannya ini pula dia menulis, “Kalau Soeharto jadi Pahlawan, berarti orang2 yang menggulingkan Soeharto seperti Adian Napitupulu, Gus dur, Amien Rais bisa2 disebut penghianat. Pemberian gelar pahlawan harus dicermati dengan hati2 agar value dan nilai kepahlawanannya tidak hilang. Kalo Gibran jadi Presiden, Lalu Jokowi diangkat jadi pahalwan dan bisa2 Kader2 PDI Perjuangan dianggap penghianat”
Juga ditulis, Soeharto adalah pahlawan untuk kroninya yang korup saja. Pada sesumbar jaman dulu hidup damai, tentram, makan enak. Enak apanya? Gaya banget! Gak mau jujur kalau dulu makan lauknya garam. Ikan asin udah makanan mewah bagi rakyat. Swasembada itu dongeng saja! Harga murah uangnya gak ada. Bensin murah, yang punya motor satu kecamatan cuma Pak Camat saja, yang punya mobil satu kabupaten ya Bupatinya saja. Pajak? Eh dulu nonton tipi aja ada pajaknya! Sepeda saja dipajakin, ndul!

Emang lu dulu berani protes tiap hari makan gaplek lauknya garam? Orang dulu jadi petani padipun, makannya tetap gaplek! Tau gaplek? Singkong kering! Yang makan enak itu kroni-kroni Soeharto saja!
Pasca reformasi, banyak yang berubah ndul! Lu mulai makan enak! Koruptor dulu banyak tapi gak ada yang ditangkap, la wong korup semua! Korupsi itu dipelihara! Budaya korupsi hari ini adalah warisan dari jaman orba. Jaman dulu lu protes? Hilang!
Soeharto sudah dihargai dengan gelar Bapak Pembangunan. Maka hati-hati, jangan sembarangan memberi gelar pahlawan
Emang lo mau Jokowi juga pahlawan kita?

Sebagai relawan dan kebodohannya, saya belum paham kemana arah Jhon Sitorus ini, karena yang tidak saya pahami adalah dimana dia mengatakan sebagaimana teks diatas, “Yang mendukung Soeharto adalah kelompok koruptor, nepotisme, dan penjahat HAM,” sedangkan saat PimRed kami mengadakan pooling internal mengenai layak atau tidakkah HM. Suharto Mendapat gelar Pahlawan Nasional. Dari 38 perwakilan relawan di seluruh Indonesia, 23 menjawab layak, 1 menolak dan 14 abstain. Apakah ke-23 relawan ini masuk katagori ‘ Kelompok koruptor, nepotisme, dan penjahat HAM?
Saat diminta tanggapan atas hal ini, PimRed menjawab. “Mungkin saat kecil si Jhon ini kurang asupan susu padahal salah satu manfaat minum susu adalah membantu tubuh memproduksi serotonin dan melatonin, hormon yang memengaruhi relaksasi dan siklus tidur. Dengan kurang tidur, salah satu resikonya adalah masalah mental seperti penurunan konsentrasi, gangguan memori, mudah marah, dan depresi”
Saya diam, bingung.
(Foto.ist)
