Koranprabowo.id, Daerah :
Kabupaten Langkat , Sumatera utara berada pada ketinggian hingga 500 mdpl , dengan luas sekitar 626.00 hektar dengan 23 Kecamatan dan 240 Desa serta 37 Kelurahan Definitif yang diapit Kota Medan, Aceh, Kabupaten Karo,Deli Serdang dan Kota Binjai dengan jumlah penduduk lebih dari 1,12 juta jiwa. Ini mencirikan wilayah yang potensi dalam segala sektor, lalu mengapa diabaikan?, bukankah pemerintah berharap realisasi pajak atau APBD selalu maksimal?
Teman teman . Kecamatan Bahorok adalah wilayah terluas menyusul kec. Batang Serangan yang terkecil adalah kec. Binjai . Dikaitkan dengan distribusi barang dan jasa di Kabupaten Langkat sejak lama mempunyai potensi yang sama dengan wilayah lain yang terus berkembang sesuai perkembangan sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, dsb. Apalagi diapit oleh jalan tol yang dimudahkan saat era Presiden Jokowi termasuk pelabuhan dsb. “Apa yang telah diberikan rakyat Sumut dan Langkat mengapa di sia-siakan, konflik agraria pun jalan ditempat, bukankah itu munafik?”, buka PimRed

“Nah disinilah peran slogan kita tentang “JAGA SUMUT !” yang kita kumandangkan di seluruh Prov. Sumatera utara bahkan hal serupa dapat kita lakukan di Provinsi lainnya. Khusus di Sumut ada beberapa catatan kita agar bagaimana distribusi barang dan jasa terjaga dengan baik, yaitu kenyamanan – kesejahteraan dan harapan warga sekitar yang menjadi prioritas”, kata PimRed lagi.
1.Hindari konflik apapun diantara masyarakat, pemerintah daerah/pusat, TNI/Polri, BUMN/D, Swasta , LSM dan media. Khususnya mengenai banyaknya konflik agraria. Jika ini terjadi , kemudian berkepanjangan dan minim solusi/eksekusi pastinya pergerakan ekonomi rakyat pun ikut terganggu. Lihat saja bagaimana tahun 2024 lalu tren ekonomi/APBN di Sumut di-cap negatif karena realisasi ekonominya hanya mencapai 40-45% – Rp.21 triliun sekian. Ini ‘tidak sebanding’ dengan banyaknya fasilitas dan proyek strategis disana.

Jokowi di Kab.Langkat thn.2018, Prabowo – Gibran sudah?
2.Salah satunya realisasi pembangunan/renovasi jalan lintas desa dan provinsi masih dianggap minim karena ‘baru mencapai’ 765,7 km, dengan anggaran Rp.504,32 miliar. Semakin prihatinnya, hingga Oktober 2025 ini Pemerintahan Gub. Bobby Nasution baru mampu membangun/renovasi infrastruktur dan jalan sekitar 44,95 Km jalan, dua daerah irigasi dan lima jembatan.
3.Dalam beberapa keterangan Pemkab.Langkat selalu mengatakan jika Kabupaten Langkat memiliki jaringan jalan yang relatif baik dan memadai yang dapat menghubungkan kabupaten ini dengan propinsi lain, namun dari laporan dan temuan yang kami terima selama ini berbeda.
Karena hingga tulisan ini tayang, terdapat sekitar 693 Km lebih jalan di Kab.Langkat dengan katagori rusak dan rusak berat , dan hanya sekitar 346 Km lebih yang disebut ‘sedikit-baik’ dan 381 Km lebih yang masuk katagori ‘mulai membaik.

“Tulisan ini adalah ‘early-warning dari kita sebagai relawan non-parpol untuk Gub.Bobby dan Bupati Langkat agar lebih serius lagi bekerja, bukankah seluruh fasilitas telah diberikan rakyatnya melalui pajak?, atau kibarkan bendera putih jika mulai lelah , jangan tersinggung dan muka memerah karena tulisan dan tanggapan ini adalah bagian dari hak kami sebagai pengusung ‘JAGA SUMUT !, dan amanah UUD 1945 pasal 28..”, tutup PimRed pagi ini (13/11)
BERSAMBUNG
(Foto.ist)
Untuk edisi cetak telah kami terbitkan,
file:///C:/Users/HP/Downloads/e-Papper%20K.%20Prabowo%20(7).pdf
Info Detil soal media cetaknya, silahkan hub. Parliadi, No.0821-8525-9694
