Koranprabowo.id, Istana:

1.Beliau adalah salah satu Panglima Perang dalam Peristiwa Pertempuran Surabaya tgl. 10 November 1945 di Surabaya dan Mustasyar/Dewan Penasehat PB Nahdlatul Ulama.

2.Beliau adalah putera sulung dari pasangan KH Abdul Jamil dan Nyai Qari’ah, Sedangkan kakeknya, KH Muta’ad, menantu pendiri Pesantren Buntet, Mbah Muqayyim. Yang juga seorang ‘mufti (orang yang diberi wewenang untuk menghasilkan fatwa dengan cara ijtihad) pada masa pemerintahan Sultan Khairuddin I dan Sultan Kanoman sekitar thn.1678-1777

“Saya pernah melihat manusricpt di Musium Belanda bahwa disana ada sekitar 150 pesawat tempur yang meledak dan hilang tidak berbekas, saya meyakini itu karena tertembak butiran kacang hijay Kyai Abbas Buntet”, tambah Gus Faris

Kami pun ‘mengela nafas panjang, saat Presiden Prabowo (10/11) lalu di Istana Jakarta membacakan daftar 10 Pahlawan Nasional 2025 sebagaimana Keppres RI Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Yang diberikan kepada alm.K.H. Abdurrahman Wahid, alm. Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto, almh.Marsinah, alm.Prof Dr Mochtar Kusumaatmadja, almh.Hajjah Rahmah El Yunusiyyah, alm.Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, alm.Sultan Muhammad Salahuddin, alm. Syaikhona Muhammad Kholil, alm.Tuan Rondahaim Saragih, hingga alm.Sultan Zainal Abidin Syah.

Alfatihah untuk alm.Kyai Abbas Buntet ,

Alfatihah untuk alm. Mbah Muqoyyim Buntet

Alfatihah untuk alm.KH. Hasyim Abbas Buntet

Surgalah tempatnya, Aamiin YRA.

(Red-01/Foto.ist).

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Anda suka dengan berita ini ?