Koranprabowo.id, Unik :

Saya juga pernah membaca versi lain yang mengatakan sesungguhnya Raja Airlangga pun menyukai Dyah, sehingga berniat memperistrinya namun karena ‘bisik-bisik tetangga’ akhirnya niat itu punah dengan terpaksa.

“Beliau dipanggil atau dikenal dengan nama Ratu Nating Girah” yang berarti ‘perempuan terkuat dari Desa Girah’.Yang kemudian lebih mudah disebut Gurah, ya sekitaran desa ini. Saya, para pendahulu dan jajaran pemerintah desa berkewajiban menjaga dan melestarikan situs yang telah menjadi cagar budaya. Dan kebetulan berada didesa kami, ini adalah aset negara. Dan bukan urusan kami jika ada pro-kontra dalam hal ini”, demikian Juru kunci situs , Agus Susanto (16/11) atau yang akrab saya panggil Pakde Agus menanggapi. Agus juga mengatakan siapapun punya hak untuk berkunjung kesini selama mengikuti aturan, tata-krama dan etika.

https://www.google.com/maps/place/Situs+Calonarang+(Nateng+Girah)/@-7.7969677,112.0903268,21z/data=!4m6!3m5!1s0x2e7859834241b8a5:0x3cd01895a54c5665!8m2!3d-7.79698!4d112.0903771!16s%2Fg%2F11c1w_kb32?entry=ttu&g_ep=EgoyMDI1MTExMi4wIKXMDSoASAFQAw%3D%3D

Kemudian saya bertanya, “Pakde, saat saya berkeliling, seolah terdengar riuh dan ringkik kuda-kuda.Sedangkan disini tidak ada kandang kuda”, Pakde tersenyum dan menjawab, “Bersyukurlah , Itu juga tanda bahwa tamu tamu beliau (Calon Arang) dari berbagai tingkatan dan jabatan yang datang ke padepokannya. Karena masyarakat biasa tidak mungkin saat itu mempunyai kuda”. Saya diam dan seolah berada dalam satu lapang luas dimana banyak Kuda terparkir diluar usai mengantar para tuan dan nyonya bertamu.

Suadara-saudara kita yang di Bali, kerap melakukan acara ritual berupa drama tari atau pertunjukan sakral lengkap dengan elemen-elemen magis dan mistis. Tokoh-tokoh penting seperti Rangda (wujud jahat dari Calon Arang) dan Barong (simbol kebaikan) muncul dalam pementasan ini. Ritual ini sering diadakan di pura atau tempat suci lainnya sebagai bagian dari upacara adat dan memiliki tujuan untuk memurnikan atau membersihkan sebuah wilayah dari kekuatan jahat atau energi negatif.

Jangan lupa, Kisahnya telah menjadi bagian dari pendukung ekonomi masyarakat karena berkembang dalam pentas tari, novel, drama, komik, sendratari, seminar,Televisi, Radio, media sosial, media online, talkshow bahkan film animasi.

Bagi saya yang bodoh, jikalau dia memang ada, dia adalah perempuan biasa, ahli pengobatan, disenangi tamu-tamunya dari berbagai kalangan. Saya meyakini ini hingga suatu saat ada data dan fakta valid yang mengatakan sebaliknya. Mohon maaf lahir bathin. Saya dan relawan Koranjokowi.com dan Koranprabowo.id tidak lupa menyampaikan hormat kepada Kades Sukorejo, Kecamatan Gurah, Supandi dan jajarannya karena tiada lelah mengawal situs ini juga melakukan pembangunan dan perbaikan atas infrastruktur area situs sejak 5 tahun lalu, semoga semua menjadi amal ibadah dan terbalaskan dengan sejuta kemuliaan, Aamiin YRA. Mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan. ‘Adios.

Nasihat bijak ini ternyata benar-benar luar biasa. Dalam artian bukan hanya sekedar ungkapan yang muncul begitu saja, namun makna yang terkandung luar biasa dalamnya. “Jangan menilai buku dari sampulnya” sama dengan “jangan menilai bobot atau nilai dari suatu hal dari penampilan luarnya saja” , dan itulah Calon Arang Ibu Legenda milik kita semua.

BERSAMBUNG

(PimRed/Ridy-Foto.ist)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Anda suka dengan berita ini ?