Koranprabowo.id, Unik :
Sebagai relawan selama ini kita kerap menyaksikan bagaimana Roy Suryo Cs dalam tayangan apapun mengaitkan kasus ijazah palsu Jokowi dengan Srimulat karena menganggap penjelasan tim hukum Jokowi tentang potensi kekacauan publik jika ijazah asli diperlihatkan sebagai “logika Srimulat” atau logika terbalik yang lucu. Menurutnya, tidak masuk akal jika menampilkan ijazah asli justru menimbulkan kekacauan, sebaliknya ia menganggap pernyataan tersebut seperti lawakan grup Srimulat.
Dan sejak kemarin (7/11), ‘congor’ Roy Suryo Cs dipaksa diam karena dia dan 7 teman lainnya telah ‘dipersangkakan’ oleh Polda Metro Jaya sebagai penyebab kegaduhan dimana hukumannya diantara 4-12 tahun penjara.

Kami menganggap Roy Suryo Cs kena ‘TULAH’ atas kebesaran Srimulat khususnya dari almarhumah Raden Ayu Srimulat dan suaminya alm. Teguh Slamet Rahardjo yang dalam karir dan kehidupannya sangat berjasa bagi masyarakat melalui pentas hiburan komedi tradisonalnya. Bagaimana dengan Roy Suryo silahkan googling saja apa yang telah dilakukannya kepada bangsa dan negara besar ini?, Tidak ada ! , https://id.wikipedia.org/wiki/Roy_Suryo
Dalam ajaran agama apapun, Tulah identik dengan hukuman yang diberikan Allah SWT – Tuhan YME baik berupa penyakit, bencana , hukuman dsb. Di Indonesia, konsep Tulah memiliki beragam penafsiran yang mencerminkan keragaman budaya dan kepercayaan di nusantara. Kita mengenal istilah ‘Kualat‘, sebagai bagian kecil dari Tulah, dimana Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan nasib buruk yang menimpa seseorang akibat melanggar norma sosial atau berbuat tidak baik, terutama kepada orang tua atau orang yang dituakan.


RADEN AYU SRIMULAT
Putri bungsu dari pasangan Raden Mas Aryo Tjitrosoma dan Raden Ayu Sedah ini lahir di Desa Botokan, Klaten pada 7 Mei 1908. Setelah ibu kandungnya wafat, pada usia 6 tahun, Srimulat dibawa ke rumah kakak ayahnya, Raden Mas Sunarjo. Sunarjo waktu itu bekerja sebagai komis asisten residen di Klaten. Gadis kecil itu disekolahkan kakaknya di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) di kawasan Klaseman, Gatak, Sukoharjo. Baru setelah menginjak usia remaja, Srimulat kembali ke rumah ayahnya yang ditunjuk menjadi wedana di Bekonang, Sukoharjo. Ia melanjutkan sekolahnya di Koningin Emma School di Solo.

Hanya beberapa bulan mengenyam pelajaran, Srimulat disuruh berhenti sekolah oleh ibu tirinya. Putri ningrat tak perlu sekolah tinggi-tinggi, begitu kata ibu tirinya. Srimulat sangat terpukul. Apalagi ia tak mendapat pembelaan dari ayahnya. Srimulat lantas dipingit. Seperti kisah putri-putri keraton yang menjalani pingitan, masa remaja Srimulat hanya dihabiskan dalam kungkungan dinding kewedanaan saja. Ia belajar berbagai macam keterampilan dari para abdi dalem.
Dalam kegalauan hidupnya ia terus berkreasi menjadi penari , wayang orang dan penyanyi kroncong hingga menjelma menjadi perempuan yang mandiri. Ia menentang arus saat itu, menolak menjadi Raden Ayu dan memilih menjadi ‘Sri maha-panggung atau ratu panggung.
Srimulat terkenal dengan sikap idealis, berpendirian keras, dan mau menghibur serta membantu rakyat biasa secara gratis. Suatu waktu Srimulat membela seorang pesinden bernama Nyai Mas Sulandjari, yang berhasil memenangkan lomba kontes batik di Pasar Malam Amal Yogyakarta pada 1938. Kemenangan Sulandjari, waktu itu ditentang oleh para bangsawan Yogyakarta dan Surakarta, karena dia berhasil mengalahkan putri-putri ningrat. Namanya semakin melegenda dengan sebutan ‘Pembela wong cilik’.

Pada tanggal 8 Agustus 1950, RA Srimulat menikah dengan Teguh Slamet Rahardjo (Kho Djien Tiong), saat terjadi G30S/PKI mereka dilindungi tentara , sehingga disetiap pertunjukan sering dijaga tentara. Dari Solo merekapun hijrah ke Surabaya hingga beliau meninggal dunia pada tahun 1968. Sepeninggal dirinya, suaminya Teguh melanjutkan grup penghibur itu dengan nama ‘Aneka Ria Srimulat yang dipadu-padankan dengan komedi.
RA. Srimulat telah melahirkan ratusan bintang, menafkahi ribuan orang baik dari para pemain, crew, televisi , radio, pedagang keliling dsb. Juga menghibur puluhan juta sejak thn. 1950. Jika ditimbang dalam kebaikan, kami yakin timbangan beliau lebih berat dan mulia dari seorang Roy Suryo Cs. Eheheh.

Alfatihan untuk almh. RA.Srimulat, alm.Teguh Slamet Rahardjo dan para almarhum dan almarhumah pemain pemain Srimulat yang telah menghadap Illahi, semoga dimaafkan segala khilaf dan diberikan surga kepada mereka, dan mari doakan agar Roy Suryo Cs cepat masuk penjara, Alfatihah…aamiin yra.

‘Allah Mboten Sare, Roy !
(Red-01/Foto.ist)
