“Ini saya ingatkan, kenapa ini terjadi. Nepal itu bisa menggerakkan massa dan menjatuhkan. kita belum seberapa dibandingkan Nepal. Kita masih terjaga, masih aman. Tetapi ini menjadi alarm sosial bagi kita. Mari kita ubah gaya kepemimpinan kita, mari kita ubah gaya penganggaran kita,” lanjutnya.

Sebagai informasi, Discord awalnya kerap digunakan komunitas gamer. Dengan fitur yang mendukung streaming layar dan pembuatan server pribadi, Discord memberikan pengalaman interaktif yang memudahkan gamer berkolaborasi, berbagi strategi, dan tetap terhubung selama bermain.

Saya tidak paham apakah BRIN – Badan Riset dan Inovasi Nasional atau lembaga terkait telah ‘memikirkan’ konsep seperti ini atau belum?, yang saya pahami saat pemilihan Ketum PSI lalu mereka mampu menghasilkan Pilketum yang tranparan, obyektif , profesional dan murah biaya. Yaitu dengan aplikasi E-voting dalam Pemilihan Raya PSI-nya.

Dari Nepal kita jangan malu untuk ‘belajar’ agar selangkah lebih maju dalam hal E-Voting Pilkada, Pilpres hingga pemilihan ketua RT sekalipun . Yang jauh dari manipulasi suara, angka dan berbagai kecurangan lainnya. Bukankah kita juga berniat untuk efisiensi anggaran?, Eheheh.

(Red-01/Foto.ist)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon20
Tweet 20
fb-share-icon20

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error

Anda suka dengan berita ini ?